PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ketapang menerapkan skema tiba bongkar berangkat (TBB) untuk mengurai kepadatan antrean kendaraan pemudik dari Bali menuju Jawa. Dari total 35 kapal yang dioperasikan di lintas Ketapang–Gilimanuk, ada 11 kapal kini menjalankan skema tersebut.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Arief Eko mengatakan, skema TBB diterapkan dengan pola kapal hanya menurunkan muatan di Pelabuhan Ketapang tanpa melakukan proses muat kembali, kemudian langsung berlayar kembali ke Gilimanuk untuk mengangkut kendaraan berikutnya.
"Skema ini kami terapkan agar proses perputaran kapal lebih cepat. Kapal tiba di Ketapang langsung bongkar lalu kembali lagi ke Gilimanuk untuk mengambil kendaraan yang masih antre," ujar Arief.
Skema itu diterapkan sejak Sabtu (14 Maret 2026), awalnya skema TBB diterapkan pada enam kapal. Namun melihat kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk yang semakin panjang, jumlah kapal yang menerapkan pola tersebut ditambah menjadi 11 armada.
Baca Juga : Jelang NATARU Dermaga MB 4 Pelabuhan Ketapang dan MB 1 Pelabuhan Gilimanuk Dilakukan Perbaikan

"Awalnya enam kapal, kemudian kami tambah lima kapal lagi yang berada di Dermaga 3 sehingga total saat ini ada 11 armada yang menggunakan skema tiba bongkar berangkat," ujarnya.
Arief menjelaskan, kepadatan arus penyeberangan dari Bali menuju Jawa memang mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga : Kandang Terbakar, 9 Kambing Mati Terpanggang
Berdasarkan data kumulatif sejak H-10 hingga H-7, tercatat lebih dari 200 ribu penumpang telah diseberangkan dari Bali menuju Jawa. Selain itu, lebih dari 35 ribu sepeda motor dan sekitar 17 ribu kendaraan kecil juga telah menyeberang melalui Pelabuhan Gilimanuk.
"Peningkatan yang paling signifikan terjadi pada kendaraan roda dua, yakni sekitar 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan kendaraan roda empat meningkat sekitar 11 persen," ujarnya.
Baca Juga : KA Pandanwangi Tambah Pemberhentian di Enam Stasiun di Banyuwangi
Ia memprediksi arus kendaraan dari Bali menuju Jawa masih akan terus meningkat hingga beberapa hari ke depan. Terutama menjelang penutupan penyeberangan pada 18 - 20 Maret karena Nyepi.
"Prediksinya peningkatan masih akan terjadi sampai tanggal 17. Bahkan tadi malam arus kendaraan dari Gilimanuk masih cukup deras," kata Arief.
Informasi yang dihimpun kemacetan terjadi di Pelabuhan Gilimanuk sejak Minggu (15 Maret 2026) dini hari tadi. Macet didominasi kendaraan roda dua itu bahkan mengekor hingga puluhan kilometer.
Baca Juga : Bayi Laki-Laki Ditemukan di Sawah Ketapang Sampang
Selain menerapkan TBB, ASDP juga menggunakan beberapa kapal di lintasan, khusus untuk mengangkut kendaraan roda dua supaya macet bisa segera terurai.
Handoko Khusumo
Editor : JTV Banyuwangi



















